Balaraja, Banten – Dari demo pedagang kemarin diketahui bahwa mereka menginginkan dan membutuhkan tempat usaha yang layak, bersih, berzonasi dan menguntungkan.
Untuk memenuhi harapan pedagang dan pengusaha untuk berdagang dikawasan Balaraja City Square maka akan dibangun pusat perbelanjaan modern bernama PASAR LARIS SAIMAN di kawasan Balaraja City Square.
Proyek yang digarap atas kerja sama PD Pasar Niaga Kerta Raharja dengan PT Imperial Bangun Persada ini berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektare. Kehadirannya ditujukan sebagai pasar terbesar dan terlengkap pertama di wilayah Balaraja Barat. Pembangunan ini diharapkan sesuai keinginan, kebutuhan dan permintaan semua pedagang yang ada di pasar sentiong.
Pasar Laris Saiman sebelum nya bernama pasar Sentiong. Pasar Sentiong memiliki sejarah panjang sejak era kolonial Belanda. Pasar ini tidak pernah kehilangan daya tariknya bagi masyarakat sekitar. Aktivitas jual beli berlangsung 24 jam hampir tanpa henti, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana ribuan warga memadati area pasar untuk membeli kebutuhan pokok sekaligus berburu kuliner khas.
Pasar Laris Saiman Balaraja City Square erada di Jalan Raya Kresek, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, pasar ini menjadi pusat ekonomi tradisional yang menyediakan beragam kebutuhan masyarakat. Mulai dari sayuran segar, daging sapi, ayam, ikan, buah-buahan, perlengkapan rumah tangga, hingga pakaian, semuanya tersedia dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibanding pasar lain di sekitarnya. Kebersamaan sehat antar pedagang membuat Pasar Sentiong terus bertahan dan diminati.
Lokasinya sangat strategis, tepat di jalur utama yang berseberangan dengan kantor desa serta dekat dengan berbagai perumahan seperti Villa Balaraja dan Taman Balaraja. Letaknya yang juga berdekatan dengan kawasan industri memberi nilai tambah karena dapat menarik pengunjung, bukan hanya dari Tangerang, melainkan juga dari luar daerah hingga luar Pulau Jawa.
Konsep pembangunan Pasar Laris Saiman dirancang dua lantai. Lantai pertama difokuskan untuk area kebutuhan pokok dan perdagangan grosir, sementara lantai kedua akan diisi dengan beragam pilihan mulai dari perlengkapan rumah tangga, elektronik, gadget, tekstil, perhiasan emas, hingga pusat kuliner. Kehadiran konsep ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan tempat belanja yang nyaman, modern, dan lengkap.
Tidak hanya menawarkan fasilitas belanja modern, tetapi juga menciptakan suasana yang ramah, nyaman dan bersih. Balaraja City Square kembali komitmennya untuk menghadirkan pembangunan ruang usaha yang menguntungkan, pelayanan terbaik bagi konsumen. mendukung perkembangan usaha bagi para pelaku UMKM di kawasan Balaraja melalui pembangunan pasar Laris Saiman ini.
Latar Belakang PT. IMPERIAL BANGUN PERSADA
PT. IMPERIAL BANGUN PERSADA adalah perusahaan yang akan merevitalisasi Pasar Laris Saiman dengan 100% investasi murni.
Dengan terpilihnya BUPATI Tangerarang baru, pemerintah Kabupaten berbenah diri dan saat ini langkah-langkah PERUMDA PASAR telah membuahkan hasil. Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan dan inklusif, serta sinergi dengan berbagai pihak untuk memajukan Kabupaten Tangerang. Beliau mendukung program unggulan dan memastikan pembangunan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat dan percepat pembangunan dan mendukung program Nasional strategis.
Perizinan sudah didaftarkan dan berjalan. Sertifikat Tanah pun sudah diberikan, status lahan jelas dan tidak ada sengketa. Dan segala pergerakan dipantau langsung dan didukung oleh Bupati Tangerang serta Sekda Kabupaten Tangerang.
Persyaratan diatas adalah mutlah diperlukan sebagai dasar pembangunan.
Setelah hal-hal penting diatas digenapi oleh PIHAK PERUMDA PASAR, maka PT. IMPERIAL BANGUN PERSADA dapat menjalankan pembangunan dan melakukan penjualan atas kios dan los yang akan dibangun. Sehingga warga juga merasakan aman nyaman untuk membeli dan berinvestasi di pasar yang akan dibangun. Seperti yang kita ketahui. Proyek pasar ini merupakan proyek strategis, pedagang lokal dapat memiliki tempat berjualan yang layak, perlu dukungan data agar kepercayaan publik terbangun.


